T ++
Red
Star Sistem Operasi Berbasis Linux Di Korea Utara
Sebagai salah satu
negara paling tertutup di dunia, Korea Utara tidak mau banyak bergantung
kehidupannya kepada negara lain. Negara yang saat ini dipimpin oleh Kim Jong Un
tersebut pun banyak mengembangkan berbagai produk secara mandiri. Salah satu
produk asli buatan Korea Utara yang cukup terdengar di dunia luar adalah sistem
operasi komputer. Korea Utara mengembangkan produk sistem operasi sendiri yang
diberi nama Red Star.
Sistem operasi yang
saat ini telah masuk ke ke versi 3.0 ini dikembangkan oleh sebuah lembaga
bernama Korea Computer Center di ibukota Pyongyang. Pembuatannya berbasiskan
Linux yang dapat dimodifikasi dengan bebas. Ada banyak persamaan tampilan
antara Red Star 3 dengan sistem operasi kepunyaan Apple, yaitu Mac OS X.
Selain tampilan yang
mirip Mac OS X, sistem operasi ini juga dilengkapi web browser khusus bernama
Naenara, yang dalam bahasa Korea berarti “Negaraku”. Web browser tersebut
adalah hasil modifikasi dari Mozilla Firefox. Fungsinya untuk menjelajahi
portal Naenara dalam jaringan intranet Kwangmyong. Unsur kemiripan lainnya
dengan sistem operasi Mac OS X, misalnya saat mengakses dokumen yang tersimpan.
Tampilannya terasa seperti Finder, sistem manajemen file milik Apple. Kemiripan
juga terasa di tampilan home.
Seperti sistem operasi
pada umumnya, Red Star juga menyediakan banyak wallpaper bawaan yang bisa
pilihan pengguna. Wallpaper Red Star ini menyuguhkan berbagai pemandangan,
mulai dari sungai Zhuangzi, tumbuhan Azalea, lahan pertanian di Korea Utara,
hingga pemandangan matahari terbit di kepala Gunung Paekdu, gunung api aktif
yang terletak di perbatasan Korea Utara dengan China.
Ada banyak fitur
pengamanan yang dipasang oleh ahli teknologi Korea Utara. Salah satu contohnya,
sistem operasi Red Star akan memberikan semacam watermark di setiap file
dokumen atau media yang ada di komputer atau USB flash disk yang terhubung.
Melalui watermark tersebut, pemerintah dapat melacak siapa pembuat dan orang terakhir
yang membuka file itu.
Kecanggihan yang lain,
Red Star OS dapat mencegah seseorang untuk memodifikasi sistem operasi
tersebut. Jika ada yang berusaha mencobanya, sistem akan mengeluarkan
peringatan atau me-reboot dirinya sendiri.
Bentuk isolasi lainnya
terletak pada web browser dan juga antivirus bawaan Red Star OS. Keduanya
terhubung langsung ke server internal milik Korea Utara. Itu artinya,
pemerintah bisa mengetahui langsung situs apa yang diakses pengguna dan virus
apa saja yang masuk ke negara tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar