blabla

blabla

Jumat, 20 Oktober 2017

Analisis Teknologi Informasi menggunakan framework COBIT 4.1 (Studi Kasus:LMS SMK Negeri 2 Kediri)


Implementasi Sistem dan Hasil
Beberapa tahapan dalam melakukan penelitian adalah sebagai berikut:

1. Melakukan studi lapangan penerapan teknologi informasi Learning Management System dan mendapatkan informasi pendukung meliputi Visi dan Misi Sekolah,struktur organisasi khususnya yang terlibat dalam penerapan LMS,dan strategi sekolah.
2. Pemetaan lingkup Domain DS ( Delevery & Support) dan ME(Monitoring & Evaluate) dalam penerapan sistem informasi LMS.
3. Penyusunan kuesioner dalam cangkupan domain DS dan ME
4. Membuka akses kuesioner kepada siswa, guru dan karyawan secara online sehingga bisa diisi dan dikerjakan kapanpun dan dimanapun berbasis web
5. Pengunduhan hasil kuesioner dari database hasil isian siswa,guru dan karyawan
6. Menganalisa hasil kuesioner untuk menghitung tingkat kematangan
7. Melakukan analisa terhadap aktifitas yang telah dikerjakan
8. Membuat rekomendasi terhadap analisa tingkat kematangan

Berdasar observasi dan wawancara,pengukuran tingkat kematangan terhadap penggunaaan system LMS di SMK Negeri 2 Kediri dipilih dengan menggunakan Cobit 4.1 domain Deliver and Support dan Monitor and Evaluate

Tabel 3.1 Domain Deliver and Support , Monitor and Evaluate
Domain

Control Objectives
DELIVER AND SUPPORT
DS1 Define and manage Service Levels

DS2 Manage Third-party Services

DS3 Manage Performance and Capacity

DS4Ensure Continuous and service

DS5 Ensure System Security

DS6 Identy and Allocate Costs

DS7 Educate and Train Users

DS8 Manage Servce Desk and Incidents

DS9 Manage the Configuration

DS10 Manage Problems

DS11 Manage Data

DS12 Manage the Physical Environment

DS13 Manage Operations



MONITOR AND EVALUATE
ME1 Monitor and Evaluate Performance

ME2 Monitor and Evaluate Internal Control

ME3 Ensure Compliance With External


Reqirements

ME4 Provide IT Governance




Kuesioner dalam penelitian ini dibuat dengan model pengukuran ordinal skala likert, Ukuran dalam model ini meliputi ukuran ordinal dan ukuran nominal. Ukuran ordinal merupakan angka yang diberikan yang mengartikan tingkatan, Ukuran Nominal digunakan untuk mengurutkan obyek dari terendah sampai tingkat tertinggi,Ukuran ini tidak memberikan nilai absolut terhadap obyek tersebut tetapi hanya memberikan urutan tingkatan dari tingkat rendah ketingkat tertinggi saja. Nilai Tingkatan yang digunakan terdapat pada tabel 3.1

Tabel 3.2 Nilai Tingkatan
Nilai
Keterangan
1
Sangat Tidak Bisa


2
Tidak Bisa


3
Cukup


4
Baik


5
Sangat Baik



Sedangkan untuk nilai absolut yang merupakan nilai model maturity dapat dilihat dalam tabel 3.3 berikut

Tabel 3.3 Nilai Tingkatan
Nilai
Keterangan
0
Tidak ada


1
Inisialisasi


2
Dapat diulang


3
Ditetapkan


4
Diatur


5
Dioptimalisasi



Realisasi antara Nilai Tingkatan dan Nilai absolut yang dilakukan dengan membentuk indexs dengan menggunakan rumus matematik sebagai berikut:

Indexs=

Untuk Skala pembuatan indexs dalam pemetaan model maturity berdasar tabel berikut

Tabel 3.4 Pembulatan Indexs
Skala Pembulatan

Tingkat model Maturity


4,51 – 5.00
5 - Dioptimalisasi



3,51 – 4,50
4
- Diatur



2,51 – 3,50
3
- Ditetapkan

1,51 – 2,50
2
– Dapat diulang


0,51 – 1,50
1 - Inisialisasi



0,00 – 0,50
0
– Tidak ada




Hasil Penyebaran kuesioner
Hasil perhitungan Kuesioner untuk menentukan tingkat model maturity masing-masing proses adalah sebagai berikut:
Hasil Kuesioner dengan responden berjumlah 61 yang terdiri dari siswa , guru beserta karyawan sebagai pengguna system ,Perhitungan Analisis TI terhadap tingkat kematangan LMS SMK NEGERI 2 KEDIRI adalah sebagai berikut

Tabel 3.5 Jawaban Responden x pertanyaan terhadap proses Monitor and Evaluate
Proses
Jumlah
Jumlah
Pertanyan
Jawaban




MONITOR AND EVALUATE


ME1
427
1616



ME2
427
1419



ME3
305
1212



ME4
549
1929




Tabel 3.5 Jawaban Responden x pertanyaan terhadap proses Deliver and Support
Proses
Jumlah
Jumlah
Pertanyan
Jawaban




DELIVER AND


SUPPORT





DS1
366
1183



DS2
305
882



DS3
244
780



DS4
244
733



DS5
244
776



DS6
305
951



DS7
366
1285



DS8
183
584



DS9
366
1211



DS10
122
406



DS11
244
856



DS12
244
850



DS13
183
626

Tabel 3.7 Tabel Proses ME terhadap Perhitungan Tingkat model Maturity


Tingkat
Proses
Indexs
Model


Maturity



MONITOR AND


EVALUATE


Proses Monitor
3.78
4
kontrol internal
3.32
3
Kepercayaan
3.97
4
Audit TI
3.51
4

Berdasar fakta dari analisa perhitungan tingkat Maturity maka analisa dari proses Monitor and Ealuate adalah:
1.ME1 Proses Monitor sesuai dengan data tingkat maturity level dengan nilai 4(Diatur) bahwa monitoring kerja dan kinerja system LMS sudah dilakukan secara terpadu dengan hasil terukur, peningkatan monitring dapat dilakukan agar lebih optimal terhadap kinerja systen.
2.ME2 Kontrol Internal sesuai dengan hasil tingkat level maturity yaitu level 3 (ditetapkan) maka analisa system LMS perlu dibuatkan kembali pengaturan lingkup internal seperti SDM meliputi admin teknisi dan semua yang terlibat dalam system yang lebih terencana agar peningkatan managamen internal lebih baik.
3.ME3 Kepercayaan sesuai dengan nilai maturity level 4(diatur) kepercayaan pengguna yaitu siswa dan guru sudah menggunakan secara baik dan terarah, mengaturan dan pengembangan yang yang dilakukan secara kesinambungan terarah terkontrol dan lebih baik lagi diharapkan akan lebih membuat user merasa puas dan menambah kepercayaan terhadap kinerja dan ketahanan system.
4.ME4 AUDIT TI hasil dari tingkat level maturity yang menunjukan level 4(diatur) maka analisa monitoring dan audit system pada saat ini sudah dilakukan, supaya kinerja dan kehandalan system lebih baik dan bertahan beberapa audit memerlukan suatu rumusan atau solusi agar peningkatan system tetap terjaga dan lebih optimal

Tabel 3.8 Tabel Proses DS terhadap Perhitungan Tingkat model Maturity
Proses
Index
Tingkat
Model
s

Maturity





DELIVER AND SUPPORT


Mengatur tingkat layanan
3.23
3
Mengelola layanan pihak


ke3
2.89
3
Mengelola kinerja dan


kapasitas
3.20
3
Kinerja berkelanjutan
3.00
3
Keamanan system
3.18
3
Alokasi biaya
3.12
3
Training siswa dan guru
3.51
4
Layanan dan Insiden
3.19
3
Mengelola konfigurasi
3.31
3
Mengelola Masalah
3.33
3
Mengelola Data
3.51
4
Mengelola Lingkungan
3.48
3
Mengelola Operasi LMS
3.42
3

Dari data fakta analisa perhitungan tingkat Maturity terhadap domain Deliver and Support diatas beserta masukan terhadap managemen LMS :
1.DS1 Mengatur tingkat layanan dengan maturity level memperoleh 3 (ditetapkan) mempunyai kesimpulan pada proses ini beberapa kebijakan sudah mengarah ke hal yang benar, peningkatan dapat dilakukan dengan melakukan evaluasi dan perbaikan dalam hal khususnya yang menyangkut service kepada user dapat meliputi kondisi jaringan yang terjaga dan kondisi koneksi yang stabil.
2.DS2 Mengelola layanan pihak ketiga dengan maturity level 3 (ditetapkan) mempunyai kondisi system penunjang LMS harus lebih ditingkatkan agar kepuasan user meningkat dalam hal ini contohnya kondisi internet sebagai penunjang akses public harus stabil dan mempunyai bandwith cukup agar kondisi pembelajaran Daring lebih optimal.
3.DS3 Mengelola Kinerja dan Kapasitas dengan maturity level 3(ditetapkan) menggambarkan pengelola system mempunyai kapasitas baik, peningkatan kearah lebih baik dapat dilakukan dengan memberi perhatian tambahan dengan penambahan tunjangan dan support system oleh pihak top management.
4.DS4 Kinerja Berkelanjutan dengan maturity level 3(ditetapkan) mengartikan penambahan support terhadap jajaran yang terlibat dalam management perlu dilakukan untuk meningkatkan dan mempertahankan kekuatan, ketahanan system LMS di SMK Negeri 2 Kediri, support bisa meliputi tunjangan honor yang naik dan kebutuhan pergantian peralatan yang sesuai standard perkembangan teknologi.
5.DS5 Keamanan System, proses ini memperoleh tingkat level maturity 3 (ditetapkan) mempunyai arti bahwa standard keamanan system telah bekerja dengan baik, peningkatan keamanan perlu dilakukan dengan membuat rancangan tambahan filtur agar celah yang dapat mengganggu system bisa di hindari, salah satunya celah keamanan yang berhubungan dengan pola siswa ujian dan pembelajaran jarak jauh agar mempunyai integritas kepercayaan yang lebih tinggi.
6.DS6 Alokasi Biaya maturity level menunjukan nilai 3(ditetapkan) mempunyai arti beberapa kebijakan yang berhubungan dengan pembiayaan perlu dialakukan penetapan ulang agar arah pendanaan lebih baik dan sesuai peruntukan, pembiayaan pengadaan peralatan penunjang teknologi perlu dilakukan pengkajian ulang agar efisiensi dan optimalisasi system lebih baik.
7.DS7 Training Siswa dan Guru dengan maturity level menunjukan level 4(diatur) mengartikan bahwa pembekalan dan pelatihan yang diadakan untuk guru dan siswa diterima dengan baik, training yang meliputi pengoperasian sytem LMS dan pengguanaan Daring oleh siswa berjalan dengan baik, beberapa training yang menunjukan progress baik perlu di lakukan lagi untuk siswa atau karyawan baru pengguna LMS , beberapa kebijakan ditata ulang agar system lebih baik .
8.DS8 Layanan Insiden dengan maturity level menunjukan level 3(ditetapkan) mengartikan beberapa penyebab yang mempengaruhi gangguan dalam system LMS perlu dikaji dan ditetapkan ulang agar gangguan yang menyebabkan system LMS tidak berjalan semestinya.

Daftar Pustaka :
[1] COBIT, F. PROGRAM S2 MAGISTER TEKNIK INFORMATIKA PROGRAM PASCASARJANA STMIK AMIKOM YOGYAKARTA.
[2]   COBIT, P. T. M. K. P. MENGGUNAKAN APLIKASI BERBASIS WEB (Studi Kasus di STMIK AMIKOM Yogyakarta).
[3]  Effendi, D. (2008). Perancangan IT Governance Pada Layanan Akademik di UNIKOM (Universitas Komputer Indonesia ) Menggunakan COBIT (Control objective For Information dan Related Technology).  Versi 4.0 (Doctoral dissertation, Tesis pada Institut Teknologi Bandung).
[4]  Indrajit, E.R. 2001. Pengantar Konsep Dasar Manajemen Sistem dan Teknologi Informasi. Aptikom.
[5]   Indrajit. E.R. 20013. Diktat Kuliah : Memahami IT Management dan IT Governance. S2 PJJ Aptikom.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar